Tuesday, October 18, 2011

Pilih Yogurt dengan Bakteri yang Aktif

Kita tentu sudah mengetahui bahwa tubuh kita memiliki bakteri baik (disebut probiotik) yang mengatur keseimbangan flora di dalam usus atau saluran pencernaan. Saluran cerna ini harus selalu dijaga, agar kita akan terhindar dari masalah konstipasi maupun diare. Untuk kasus konstipasi, bakteri baik ini membantu memendekkan lama waktu transit usus dan memperbaiki keteraturannya. Sedangkan pada diare, probiotik menjaga kadar bakteri baik yang dapat menyeimbangkan infeksi virus dan bakteri penyebab diare.

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna tersebut, kita perlu memastikan bahwa bakteri baik masih hidup. Untuk itu, bakteri baik harus "diternakkan" dengan bantuan makanan prebiotik. Makanan prebiotik ini bersifat meningkatkan komposisi mikroba yang menguntungkan (serta meningkatkan aktivitasnya), dan mengurangi mikroba yang merugikan dalam tubuh.

Prebiotik ini dapat kita temukan pada bahan makanan alami, seperti bawang merah dan bawang putih, kedelai, madu, pisang, dan kacang-kacangan. Bila ingin praktis, Anda bisa mengonsumsi susu fermentasi atau yogurt yang mudah diperoleh di supermarket. Namun untuk mendapatkan manfaat terbaik dari prebiotik ini, jangan sembarang membeli yogurt.

"Kita perlu rajin membaca label kemasannya," ujar dr Samuel Oetoro, SpGK, saat ditemui usai seminar "Protection During Pregnancy" di Indonesia Maternity & Baby Expo di Jakarta Convention Center, Minggu (22/11).

Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Semanggi Specialist Clinic ini, sebaiknya pilih yogurt yang pada label kemasannya menyebutkan unsur Lactobacillus, dan Bifidobacteria. Atau, setidaknya pada kemasan juga tertulis "live active cultures". Jadi, yogurt atau susu fermentasi tersebut memang mengandung bakteri yang aktif.

Bagaimana bila yogurt yang kita nikmati ternyata tidak mengandung bakteri yang masih aktif? "Memang tidak akan memberikan pengaruh buruk apa pun, tetapi kita juga tidak akan mendapatkan manfaatnya," jelas dr Samuel. Jadi, bila yogurt yang Anda simpan di lemari es ternyata tidak mengandung bakteri aktif, atau sudah expire, mengonsumsinya tidak akan memperbaiki kondisi pencernaan Anda.

Hati-hati Memilih Yogurt!

Masalah konstipasi jangan dianggap remeh. Tak hanya bikin perut tak nyaman karena seperti menampung sampah dalam usus, masalah pencernaan ini juga bisa menimbulkan komplikasi seperti maag, wasir, bahkan kanker usus besar. Untuk itu Anda perlu mengatur pola makan dengan banyak serat, serta olahraga teratur. Mengonsumsi yogurt juga dapat membantu mengatasi sembelit.

Namun jangan sembarangan memilih yogurt untuk mengatasi sembelit. Salah memilih yogurt membuat upaya pencegahan, apalagi pengobatan, menjadi tidak optimal.

Dr Regina Karim, Health Marketing Director dari Danone, menyarankan untuk memilih yogurt dengan dua kriteria, yakni:

1. Masa kedaluarsa kurang dari tiga bulan
Yogurt yang baik mengandung bakteri hidup. Bakteri inilah yang akan bekerja mengatasi masalah konstipasi. Lama hidup bakteri baik ini tidak lebih dari tiga bulan. Jadi jika Anda menemui yogurt dengan masa kedaluarsa sudah lebih dari tiga bulan, bakteri baik di dalamnya sudah tidak bekerja maksimal, atau bukan bakteri hidup yang dibutuhkan mengatasi masalah pencernaan.

2. Bukan produk UHT
Produk Ultra-High Temperature (UHT) merupakan produk yang dipanaskan, atau makanan yang melewati proses sterilisasi dengan suhu tinggi dalam jangka waktu tertentu. Produk UHT akan menyebabkan bakteri baik tersebut mati. Padahal, dibutuhkan bakteri hidup untuk mengatasi konstipasi.

"Sebaiknya konsumsi yogurt teratur dua kali sehari selama dua minggu, sebagai pengobatan sembelit. Lebih baik lagi sebagai pencegahan, dengan rutin mengonsumsinya setiap hari. Yogurt dengan bakteri hidup aman dikonsumsi setiap hari," jelas dr Regina kepada Kompas Female, dalam acara pencatatan rekor MURI untuk "1.000 Perempuan Makan Yogurt Bersama" yang diselenggarakan oleh Activia beberapa waktu lalu.

Menurut dr Regina, rutin mengonsumsi yogurt juga tidak akan menimbulkan diare. Bahkan, katanya lagi, orang yang mengalami intoleransi laktosa aman makan yogurt. Orang yang mengalami intoleransi laktosa cenderung mengalami diare ketika minum susu, karena tubuhnya tidak bisa menyerap laktosa.

Kiat Diet Sehat dengan Yogurt

Yogurt aman dikonsumsi setiap hari, dan bisa membantu program diet Anda. Kiatnya, konsumsi dua kali sehari, sebagai menu utama dan camilan di sela waktu makan. Makan yogurt saat sarapan atau makan malam, dengan takaran 200 miligram per sekali makan. Lalu makan satu kali lagi sebagai camilan per harinya, dengan takaran yang sama.

Artinya, dalam satu hari, sebaiknya konsumsi 400 miligram yogurt. Pilihan jenisnya bebas saja. Boleh frozen yogurt atau yogurt cair. Apapun rasa dan jenis yogurt, aman dimakan untuk menu diet Anda, dua kali sehari.

Dr Ira Indriasari, pendiri Klinik Ira Skin Care dan Slimming di Jakarta mengatakan yogurt baik untuk mereka yang sedang menjalani diet. Utamanya, karena yogurt menyehatkan pencernaan. Untuk program diet, dr Ira menyarankan mengasup yogurt saat sarapan. Namun, tegasnya, pilihan ini sebaiknya dijalani oleh mereka yang tidak menderita maag akut.

"Yogurt baik untuk sarapan, tetapi untuk penderita maag akut sebaiknya jangan makan yogurt untuk sarapan, tetapi ganti waktu makan yogurt pada malam harinya dan sebagai camilan," jelas dr Ira kepada Kompas Female seusai perayaan tiga tahun Sour Sally di La Piazza, dalam rangkaian kegiatan Jakarta Fashion & Food Festival 2011, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (15/5) lalu.

Lebih jelasnya, berikut menu diet dengan yogurt saran dari dr Ira:
Pagi
Sarapan dengan 200 miligram yogurt ditambah topping buah segar. Kalau menderita maag akut, ganti yogurt dengan susu, roti atau buah sebagai sarapan.

Siang
Makan siang seperti biasa, dengan kandungan karbohidrat, serat, protein. Namun batasi makan nasi tiga sampai lima sendok saja. "Saat menjalani diet, pastikan asupan karbohidrat tetap terpenuhi setiap hari," tambah dr Ira.

Malam
Makan malam dengan sayur dan buah. Bagi penderita maag akut, aman untuk makan malam dengan yogurt sekaligus untuk memenuhi asupan 200 miligram yogurt per sekali makan.

Camilan
Camilan penting di sela waktu makan. Yakni pada waktu di antara sarapan dan makan siang, juga di antara makan siang dan makan malam. Nah, yogurt bisa menjadi pilihan camilan satu di antara dua pilihan waktu makan camilan ini. Takaran yogurt sebagai camilan 200 miligram. Dengan begitu, kebutuhan yogurt 400 miligram per hari terpenuhi, sekaligus bisa mendukung program diet Anda.